Prof. Dr. H. Ahmad Rusdiana, M.M.
Dr. Pepen Supendi, M.Ag.MCE.
H. Hidayat, S.Pd.I., M.Pd.
Rp. 80.000
Deskripsi
Perkembangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir telah mengubah cara manusia membaca, menulis, dan memproduksi pengetahuan. Pada tingkat global, masyarakat menghadapi banjir informasi yang tidak selalu disertai kemampuan kritis untuk memverifikasi kebenarannya. Fenomena ini memunculkan paradoks literasi: akses terhadap informasi semakin luas, tetapi kualitas pemahaman tidak selalu meningkat. Di tingkat nasional, Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam budaya literasi. Berbagai survei internasional menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis dan menulis akademik masyarakat masih relatif rendah dibandingkan banyak negara lain. Sementara itu, pada tingkat regional, lembaga pendidikan tinggi juga menghadapi perubahan karakter mahasiswa generasi digital yang lebih terbiasa dengan informasi instan dibandingkan proses refleksi mendalam. Situasi tersebut menuntut lahirnya pendekatan pembelajaran baru yang tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca dan menulis secara teknis, tetapi juga membangun kesadaran kritis, refleksi moral, serta kemampuan mentransformasikan pengetahuan menjadi tindakan sosial. Dari kebutuhan inilah muncul gagasan Model Pembelajaran Literasi Transformasional, yaitu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan literasi akademik, refleksi spiritual, dan pengalaman sosial dalam proses pendidikan.
| Halaman | Penerbit |
| xvi + 221 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 15,5 x 23 cm | Indonesia |






