Naomi Niari Dalimunthe
Refli Hasan
Rp. 80.000
Deskripsi
Ekokardiografi adalah modalitas diagnostik penunjang menggunakan gelombang suara (ultrasonik) berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambaran struktur dan fungsi jantung secara real-time. Prinsip dasar ekokardiografi bertumpu pada fenomena fisika yang disebut efek piezoelektrik dan prinsip refleksi gelombang suara. Ultrasonografi menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi (2-10 MHz) yang berada di luar ambang pendengaran manusia (>20.000 Hz). Kristal piezoelektrik yang terdapat dalam transduser akan mengubah energi listrik menjadi gelombang mekanik (ultrasonik) dan sebaliknya. Ketika gelombang ultrasonik ini dipancarkan ke dalam tubuh, sebagian gelombang akan dipantulkan kembali (reflected), diserap (absorbed), dibiaskan (refracted), atau diteruskan (transmitted) tergantung pada sifat akustik jaringan yang dilaluinya. Intensitas refleksi gelombang ditentukan oleh perbedaan impedansi akustik antara dua medium yang berbeda. Impedansi akustik (Z) didefinisikan sebagai hasil kali densitas jaringan (ρ) dengan kecepatan rambat suara dalam jaringan tersebut (c):
Z = ρ × c
Semakin besar perbedaan impedansi akustik antara dua jaringan, semakin kuat refleksi yang dihasilkan. Hal ini menjelaskan mengapa interface antara darah dan miokardium, atau antara jaringan lunak dan kalsifikasi, menghasilkan echo yang kuat. Pada umumnya, ekokardiografi transtorakal dewasa menggunakan frekuensi 2-7 MHz. Bila berkas gelombang ultrasonik diarahkan pada medium dengan impedans yang berlainan, maka sebagian gelombang akan dipantulkan dan sebagian lagi akan dibiaskan.
| Halaman | Penerbit |
| xiii + 111 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 15,5 x 23 cm | Indonesia |





