Antonius Kapitan, S.Fil., M.A.P., M.Fil., M.Sos.
Rp. 80.000
Deskripsi
Bab ini membangun fondasi konseptual untuk seluruh perkuliahan. Sebelum mengkaji kesenian berbagai etnis dan wilayah Indonesia, kita perlu memahami secara mendalam apa yang dimaksud dengan masyarakat, kesenian, dan Indonesia sebagai konteks, serta metode- metode ilmiah yang digunakan dalam mengkajinya. Tanpa fondasi ini, eksplorasi kita berisiko menjadi sekadar inventarisasi tanpa pemahaman yang mendalam. Fondasi ini juga menegaskan bahwa kesenian bukan sekadar hiasan kehidupan, melainkan salah satu kekuatan utama yang membentuk, merawat, dan mengungkapkan identitas suatu masyarakat. Istilah masyarakat berasal dari bahasa Arab musyarakah yang berarti ikut serta, berpartisipasi, atau bersekutu. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai society, dan dalam bahasa Latin societas yang berakar dari kata socius (kawan, teman). Akar kata-kata ini mengisyaratkan bahwa masyarakat pada dasarnya adalah fenomena relasional. Masyarakat tidak mungkin ada tanpa adanya hubungan dan keterlibatan bersama. Masyarakat bukan sekadar kumpulan individu yang kebetulan berada di satu tempat, melainkan suatu entitas yang lahir dari dan dipertahankan oleh jaringan relasi yang bermakna.
| Halaman | Penerbit |
| x + 113 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 15,5 x 23 cm | Indonesia |








