Lompat ke konten

Merawat di Tanah Papua, Bertumbuh di Kampus Merah

Ns. Sarjin Danun, S.Kep., MARS

Risnawati Basir, S.Pd., Gr

Editor: Dr. dr. H. M. Ishaq Iskandar, M.Kes., M.M., M.H., MARS

Rp. 80.000

Deskripsi

Keluarga adalah tempat pertama saya belajar tentang kerja, kehilangan, disiplin, doa, dan kesempatan. Saya tidak memahami semuanya ketika masih kecil. Banyak makna baru terbaca setelah saya bekerja jauh dari rumah dan kembali menjadi mahasiswa. Karena itu, bab ini tidak saya tulis untuk meromantisasi kesederhanaan, melainkan untuk menunjukkan dari mana kebiasaan-kebiasaan yang terus saya bawa berasal. Gaena Danun dan Maria Palute membangun keluarga dalam kesederhanaan. Mereka menikah secara sederhana pada 13 November 1974 di Gereja Toraja Jemaat Bethesda, Rantedamai. Sehari kemudian, pada 14 November 1974, mereka berpindah ke Desa Kalpataru Rantemario, yang pada saat itu masih dalam lingkup pemerintahan wilayah Kabupaten Luwu yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Luwu Timur. Dua tanggal yang berdekatan itu menjadi awal cerita keluarga yang kelak membentuk cara saya memandang kerja, tanggung jawab, pendidikan, dan keberanian memulai kehidupan dari apa yang tersedia. Sebelum saya mempunyai cerita tentang sekolah, pekerjaan, Papua, atau kampus, sudah ada cerita Papa dan Mama. Itulah sebabnya saya menempatkan nama mereka dekat dengan awal buku. Kehidupan Papa sebagai anak yatim piatu dan keterbatasan sekolah Mama bukan latar yang saya gunakan untuk meminta belas kasihan. Bagi saya, keduanya menjelaskan mengapa pendidikan di rumah kami selalu mempunyai nilai yang lebih besar daripada sekadar ijazah. Saya menerima kesempatan yang dahulu tidak tersedia bagi orang tua saya. Kesadaran itu membuat setiap jenjang pendidikan terasa sebagai kelanjutan dari kerja keluarga, bukan kemenangan pribadi yang berdiri sendiri.

HalamanPenerbit
xi +170 hlmPT. Nas Media Indonesia
ISBNE-ISBN
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
UkuranBahasa
15,5 x 23 cmIndonesia