Afrijon Ponggok
Rp. 80.000
Deskripsi
Mengapa Hati Damai adalah Fondasi Hidup Bahagia.
Setiap manusia mendambakan kebahagiaan. Namun, kebahagiaan bukan sekadar memiliki banyak hal, mencapai banyak prestasi, atau hidup tanpa masalah. Kebahagiaan sejati tumbuh dari hati yang damai—hati yang tidak mudah gelisah, tidak mudah marah, tidak mudah tersinggung, dan mampu menerima hidup apa adanya. Hati yang damai adalah fondasi dari hidup yang stabil. Ketika hati damai, pikiran menjadi jernih, keputusan menjadi lebih bijak, hubungan dengan orang lain menjadi lebih harmonis, dan hidup terasa lebih ringan. Sebaliknya, hati yang gelisah membuat hidup terasa berat meski semuanya terlihat baik dari luar. Kedamaian bukan hadiah yang datang tiba-tiba. Ia adalah hasil dari cara kita berpikir, cara kita memandang hidup, dan cara kita merespons setiap situasi. Karena itu, membangun hati yang damai adalah langkah pertama menuju hidup yang benar-benar bahagia.
Hubungan antara Pikiran Positif dan Kedamaian Batin
Pikiran adalah pintu masuk bagi kedamaian. Ketika pikiran dipenuhi hal-hal positif—syukur, harapan, keyakinan, dan prasangka baik—jiwa menjadi tenang. Sebaliknya, ketika pikiran dipenuhi ketakutan, kecemasan, dan prasangka buruk, hati menjadi gelisah dan tidak stabil. Pikiran positif bukan berarti mengabaikan masalah. Pikiran positif adalah kemampuan untuk melihat masalah dengan kepala dingin, menemukan hikmah di balik setiap kejadian, dan tetap percaya bahwa selalu ada jalan keluar. Pikiran positif adalah cara kita menjaga jiwa tetap tenang meski hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana.
| Halaman | Penerbit |
| xii + 114 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 14,5 x 20,5 cm | Indonesia |






