Dominggus Bakka
Rp. 80.000
Deskripsi
Sarana dan sistem pendukung yang dimaksud mencakup ketersediaan kapal dengan kapasitas operasional yang memadai untuk menjangkau wilayah perairan yang luas serta beragam kondisi laut, mulai dari perairan dangkal di sekitar gugusan pulau hingga perairan lepas yang menghubungkan jalur pelayaran nasional dan internasional. Alur laut yang melintasi wilayah kepulauan menjadikan mobilitas maritim bukan sekadar kebutuhan penunjang ekonomi, melainkan juga prasyarat bagi terselenggaranya pengawasan, penegakan hukum, dan kehadiran negara di seluruh wilayah yurisdiksinya. Kapal, dalam konteks ini, berfungsi sebagai instrumen utama yang menghubungkan kepentingan ekonomi, sosial, dan pertahanan sekaligus, sehingga keandalan sistem penggerak, daya jelajah, serta ketahanan operasional kapal menjadi faktor yang menentukan sejauh mana negara mampu menjalankan fungsi kemaritimannya secara berkelanjutan. Tuntutan tersebut pada gilirannya menempatkan aspek teknis dan rekayasa kapal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kedaulatan dan memanfaatkan potensi maritim secara optimal. Sebagai negara dengan luas perairan dua pertiga dari luas wilayah, negara Indonesia membutuhkan Alutsista dengan kuantitas dan kualitas yang memadai (Prayitno et al., 2022). Saat ini kekuatan KRI dihadapkan dengan tugas dan tanggung jawab dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan yurisdiksi nasional masih terbatas. Keterbatasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah unit KRI yang dimiliki dibandingkan luasnya wilayah perairan yang harus diawasi, tetapi juga menyangkut kesiapan operasional.
| Halaman | Penerbit |
| x + 128 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 15,5 x 23 cm | Indonesia |





