Uzair Suhaimi
Rp. 80.000
Deskripsi
Setiap hari, dalam salatnya, seorang muslim mengucapkan doa keselamatan—salam—yang ditujukan tidak hanya kepada Nabi dan diri sendiri, tetapi juga kepada seluruh hamba Allah yang saleh. Pernahkah kita mempertanyakan, apa konsekuensi ontologis dari doa yang diucapkan berulang-ulang itu? Jika doa adalah proyeksi kesadaran dan keinginan terdalam, maka mengucapkan salam berarti memproyeksikan sebuah tatanan dunia yang damai, sejahtera, dan utuh. Bab ini berargumen bahwa konsep khalifah dalam Al-Qur’an tidak dapat dipahami secara utuh tanpa terlebih dahulu memahami janji kosmis yang tersirat dalam ucapan salam tersebut. Melalui pendekatan dekonstruktif terhadap teks tasyahud akhir dan analisis mendalam terhadap tafsir Fakhruddin Ar-Razi tentang kekhalifahan, kita akan merekonstruksi sebuah ontologi kekhalifahan yang berakar pada tanggung jawab untuk mewujudkan salam tersebut ke dalam realitas fisik, ekologis, dan sosial.
| Halaman | Penerbit |
| xii + 115 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 15,5 x 23 cm | Indonesia |









