Irfandy Dharmawan
Rp. 80.000
Deskripsi
Mahkamah Tertinggi Kertapati (MTK), Adhirajapura. Malam Penjatuhan Putusan Kasasi. Hujan mengguyur kaca jendela ruang kerja Hakim Agung Arka Adhikarna seolah langit Adhirajapura sedang menangis. Di luar sana, kilat menyambar, menerangi tumpukan berkas setinggi dada manusia dewasa di atas meja kayu jati tua itu. Arka, pria berusia 58 tahun dengan rambut memutih yang selalu disisir rapi ke belakang, merasakan dadanya sesak. Jantungnya berdetak tidak beraturan, seirama dengan ketukan jam dinding tua yang terasa makin lambat. Di tangannya, ia menggenggam draf putusan Kasasi Nomor 707/Pid.Sus/MTK/2026. Kasus Mega Korupsi “Dana Cadangan Energi Nasional”. Sebuah kasus yang menyeret tiga pimpinan partai dari Dewan Legislasi Nasional (DLN) dan dua menteri aktif. “Hukum adalah matematika. Satu ditambah satu harus dua. Salah harus dihukum,” gumam Arka lirih. Itu adalah mantra yang ia pegang selama 30 tahun. Ia tidak peduli pada tekanan. Ia tidak peduli pada istrinya yang sering ia tinggalkan makan malam sendirian demi menuntaskan berkas ini. Ia tidak peduli bahwa ia tidak punya anak untuk mewarisi nama besarnya. Ia hanya peduli pada kepastian hukum. Namun malam ini, kepastian itu runtuh.
| Halaman | Penerbit |
| xii + 217 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 14,5 x 20,5 cm | Indonesia |








