Sugeng Riadi
Darmawan
Rp. 80.000
Deskripsi
Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar untuk menumbuhkan manusia, bukan sekadar melatih ingatan atau menjejalkan pengetahuan. Namun, dalam praktik sehari-hari, pada kenyataannya, sekolah sering kali terjebak dalam rutinitas yang jauh dari tujuan tersebut. Proses belajar direduksi menjadi kegiatan menghafal, mengerjakan soal, dan mengejar nilai, seolah-olah keberhasilan pendidikan dapat diukur semata-mata dari angka-angka di rapor dan hasil ujian. Dalam situasi seperti ini, makna belajar perlahan memudar. Dalam konteks inilah gagasan pembelajaran mendalam (deep learning) memperoleh relevansinya. Pembelajaran mendalam bukanlah konsep baru yang lahir dari dunia teknologi atau kebijakan pendidikan mutakhir. Ia merupakan kelanjutan dari tradisi panjang pemikiran pedagogis yang memandang belajar sebagai proses aktif, bermakna, dan kontekstual. Para pemikir pendidikan progresif sejak awal telah menegaskan bahwa belajar yang sejati terjadi ketika siswa terlibat secara intelektual, emosional, dan sosial. Pembelajaran mendalam menuntut pergeseran orientasi: dari penekanan pada penguasaan materi menuju pengembangan kompetensi berpikir. Dalam pendekatan ini, yang diutamakan bukan seberapa banyak siswa mengingat, melainkan seberapa jauh ia memahami, mampu menghubungkan, dan menggunakan pengetahuan secara bermakna. Pendidikan tidak lagi dipandang sebagai tujuan administratif, tetapi sebagai proses pemanusiaan yang berkelanjutan.
| Halaman | Penerbit |
| xvi + 154 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 14,5 x 20,5 cm | Indonesia |









