Lompat ke konten

Agrovoltaic dan Masa Depan Lahan: Surya, Pertanian, dan Awal Revolusi Tata Ruang

Andrie Taruna, S.H., M.H.

Rp. 80.000

Deskripsi

Pada awal abad ke-21, lahan kembali menempati posisi sentral dalam perdebatan global mengenai masa depan peradaban manusia. Jika pada masa lalu tanah terutama dipahami sebagai basis produksi agrikultur, maka dalam konteks kontemporer ia menjadi arena pertemuan berbagai kepentingan strategis: produksi pangan, pembangunan infrastruktur, eksploitasi sumber daya alam, hingga ekspansi sistem energi modern. Fenomena ini menunjukkan bahwa lahan tidak lagi dapat dipahami sekadar sebagai faktor produksi dalam ekonomi agraria, melainkan sebagai elemen struktural dalam konfigurasi sistem pangan dan energi global. Dalam konteks yang lebih luas, dinamika ini memperlihatkan bahwa persoalan ruang dan tanah kini berada di jantung transformasi ekonomi dunia yang didorong oleh kebutuhan pangan yang terus meningkat sekaligus tuntutan transisi menuju energi rendah karbon. Dalam literatur ekonomi sumber daya, tanah secara klasik diposisikan sebagai salah satu faktor produksi utama bersama tenaga kerja dan modal. Namun perubahan struktur ekonomi global telah memperluas makna strategis tanah jauh melampaui fungsi produksi konvensional tersebut. Tanah kini berperan sebagai medium tempat berbagai sistem produksi, pangan, energi, industri, dan ekologi bertemu dan berinteraksi. Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari peningkatan kebutuhan pangan global akibat pertumbuhan populasi dunia yang diproyeksikan mencapai hampir 10 miliar jiwa pada pertengahan abad ini. Laporan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) secara eksplisit menegaskan bahwa tekanan terhadap sistem pangan dunia akan meningkat secara signifikan dalam beberapa dekade mendatang. Dalam laporan The State of the World’s Land and Water Resources for Food and Agriculture, FAO menyatakan: “Land and water resources are under growing pressure from competing uses and from the need to produce more food for a growing population.” Pernyataan ini menegaskan bahwa sumber daya lahan menghadapi tekanan simultan dari berbagai kepentingan pembangunan yang saling berkompetisi.

HalamanPenerbit
viii + 476 hlmPT. Nas Media Indonesia
ISBNE-ISBN
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
UkuranBahasa
21  x 29,7 cmIndonesia