Raden Mochamad Ichsan Fitriyadi Wirasoemantri
Rp. 80.000
Deskripsi
Pembangunan infrastruktur jalan dan jalan tol di Indonesia sering kali melintasi wilayah dengan kondisi geologis berupa endapan kuarter, lempung lunak (soft clay), atau tanah gambut yang memiliki daya dukung rendah dan kompresibilitas tinggi. Salah satu titik kritis yang paling sering mengalami kegagalan struktural adalah area transisi antara struktur jembatan dan badan jalan (oprit). Perbedaan kekakuan antara struktur jembatan yang ditopang oleh fondasi tiang pancang (piled foundation) dengan oprit yang berada di atas timbunan tanah biasa kerap memicu differential settlement, retak pada perkerasan, hingga kerusakan pada plat injak (approach slab). Oleh karena itu, pendekatan substitusi material timbunan konvensional dengan material ringan (lightweight fill) seperti blok beton aerated (Celcon) dan mortar busa (foamed mortar / ComfilPlas) menjadi solusi inovatif karena memiliki berat volume jauh lebih ringan (0,60 – 0,80 t/m³ berbanding 18 – 20 t/m³), sehingga memperkecil tegangan tambahan pada tanah dasar dan meminimalisir risiko kelongsoran lereng oprit.
| Halaman | Penerbit |
| x + 65 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 15,5 x 20,5 cm | Indonesia |






