Lompat ke konten

Media dan Jurnalisme di Era Digital (Menegosiasikan Makna, Kecerdasan Buatan, dan Kemanusiaan)

Syafrida N. Febriyanti

Zainal Abidin Achmad

Roziana Febrianita

Rp. 80.000

Deskripsi

Perkembangan fake news di Indonesia mencerminkan transformasi ekosistem media digital yang semakin kompleks, terutama dalam kaitannya dengan praktik jurnalistik, budaya populer, dan relasi kuasa dalam produksi serta sirkulasi informasi. Dinamika tersebut dipetakan melalui analisis bibliometrik terhadap 753 publikasi yang dihimpun melalui Lens. org dengan kueri “fake news” AND “Indonesia”. Hasil analisis menunjukkan tiga gelombang utama perkembangan riset, yaitu fase perintis media digital pada 2008–2014, akselerasi elektoral menjelang Pemilu 2019, serta lonjakan kajian pada masa pandemi dan disrupsi digital sepanjang 2020–2024. Tema- tema dominan mencakup disinformasi politik, misinformasi kesehatan, literasi digital, kepercayaan publik, WhatsApp, serta pengembangan deteksi berbasis kecerdasan buatan. Dalam perspektif media dan budaya populer, fake news tidak semata-mata hadir sebagai informasi salah, tetapi juga sebagai produk komunikasi yang dikonstruksi melalui simbol, narasi identitas, bahasa emosional, akun anonim, buzer, serta pola sirkulasi partisipatif dalam kehidupan digital. Bagi jurnalisme, tekanan kecepatan, kompetisi perhatian, dan lemahnya proses verifikasi dapat memperbesar peluang masuknya informasi palsu ke dalam ruang redaksi. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan ketahanan informasi memerlukan integrasi antara pengembangan korpus data multimodal, moderasi AI yang transparan, literasi digital berbasis komunitas, jurnalisme verifikatif, serta regulasi yang tetap menjamin perlindungan hak digital. Sinergi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem informasi Indonesia yang lebih proaktif, inklusif, dan demokratis.

HalamanPenerbit
xii + 160 hlmPT. Nas Media Indonesia
ISBNE-ISBN
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
UkuranBahasa
15,5 x 23 cmIndonesia