Syekh Imran Abdillah
Editor: DR. Maulana, S.sos., M.Pd.
Rp.85.000
Deskripsi
Ketahuilah, bahwa zikir itu bukan sekadar gerak lisan yang berulang, melainkan kehadiran hati yang menghadap kepada Allah Ta‘ala. Maka siapa yang lisannya berzikir namun hatinya lalai, ia belum memasuki hakikat zikir. Dan siapa yang hadir hatinya bersama Allah, maka itulah zikir yang hidup dan berpengaruh dalam perjalanan menuju-Nya. Atas dasar ini, para ulama tasawuf menegaskan bahwa zikir bukanlah pengulangan lafaz semata, melainkan amal ruhani yang menjadi poros perjalanan seorang salik menuju Allah Ta‘ala. Ia adalah inti dari suluk, ruh dari ibadah, serta sarana penyucian batin yang senantiasa menghubungkan hamba dengan Tuhannya. Oleh karena itu, zikir menempati kedudukan yang sangat sentral dalam seluruh bangunan tasawuf, baik pada tataran ilmu maupun amal, zahir maupun batin.
| Halaman | Penerbit |
| xiv + 192 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 14,5 x 20,5 cm | Indonesia |








